Menyiapkan generasi yang cinta Tuhan, Bangsa, dan Negara untuk menjadi pribadi yang berkompetensi, mandiri, dan mampu menjaga integritas Bangsa serta unggul dalam persaingan global.
Yayasan Bangga Indonesia Gagah adalah lembaga sosial yang hadir untuk menjadi berkat bagi masyarakat, khususnya mereka yang belum mendapatkan pelayanan dan perhatian yang layak. Dengan semangat pelayanan dan kasih, yayasan ini berkomitmen untuk menghadirkan perubahan nyata bagi bangsa Indonesia.
Pada tanggal 21 Maret 2026 di Taman Rekreasi Sengkaling UMM. Acara ini diadakan sebagai bentuk penyegaran sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antar penghuni panti. Sejak pagi hari, rombongan sudah terlihat antusias memulai perjalanan menuju lokasi wisata yang terkenal dengan suasana asri dan beragam wahana hiburannya.
Setibanya di lokasi, suasana keceriaan langsung terasa. Anak-anak tampak menikmati berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari area bermain, kolam renang, hingga taman yang rindang. Tawa dan canda menghiasi setiap sudut, menciptakan momen kebahagiaan yang sederhana namun berkesan. Para pendamping juga turut berbaur, memastikan seluruh peserta dapat menikmati kegiatan dengan aman dan nyaman.
Selain sebagai ajang rekreasi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran nilai-nilai kebersamaan. Anak-anak diajak untuk saling peduli, berbagi, dan menjaga satu sama lain selama berada di tempat wisata. Sikap disiplin, tanggung jawab, serta rasa syukur atas kesempatan yang diberikan juga terus ditanamkan sepanjang kegiatan berlangsung.
Suasana alam di Sengkaling yang sejuk dan hijau turut memberikan ketenangan tersendiri. Di sela-sela aktivitas bermain, beberapa peserta memanfaatkan waktu untuk beristirahat sambil menikmati keindahan lingkungan sekitar. Hal ini menjadi momen refleksi sederhana, di mana mereka belajar menghargai ciptaan Tuhan dan pentingnya menjaga lingkungan.
Melalui kegiatan rekreasi ini, Panti Asuhan Oikos Shalom Malang berharap anak-anak tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga pengalaman berharga yang membentuk karakter positif. Pesan moral yang ditekankan adalah pentingnya kebersamaan, rasa syukur, serta semangat untuk tetap bersukacita dalam segala keadaan. Kegiatan ini pun diharapkan menjadi kenangan indah yang memperkuat semangat dan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari.
BERITA : Semarang – Kegiatan bertajuk “Melukis Perasaan, Merawat Hati” sukses diselenggarakan pada Sabtu, 21 Februari 2026, di Laboratorium Prodia Semarang. Acara ini merupakan kolaborasi antara UBK Santa Lidwina Kevikepan Semarang bersama Biro Psikologi Melana, dengan dukungan dari Prodia Semarang. Mengusung konsep art therapy dan regulasi emosi, kegiatan ini menjadi ruang aman dan suportif bagi orang tua anak berkebutuhan khusus untuk mengekspresikan perasaan sekaligus memperkuat kesehatan mental.
Sejak pukul 09.00 WIB, para peserta mengikuti sesi art therapy yang dipandu oleh psikolog profesional, yakni Endang M.C., M.Psi., dan M. Yang Roswita, M.Si. Melalui media totebag kanvas, cat air, dan kuas, para orang tua diajak melukis sebagai sarana menyalurkan emosi, mengurai kepenatan, serta merefleksikan perjalanan mereka dalam mendampingi anak. Suasana hangat dan penuh empati terasa sepanjang sesi, terutama saat para peserta saling berbagi cerita dan pengalaman secara terbuka.
Kegiatan ini juga melibatkan Pondok Persaudaraan sebagai wadah komunitas anak-anak berkebutuhan khusus. Dalam kesempatan ini, Pondok Persaudaraan mengirimkan beberapa anak untuk turut berpartisipasi dan bersinergi bersama UBK Santa Lidwina Kevikepan Semarang. Kehadiran mereka menambah semangat kebersamaan serta memperkuat jejaring dukungan antar komunitas yang memiliki kepedulian terhadap tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus.
Tidak hanya berfokus pada kesehatan psikologis, kegiatan ini juga menghadirkan edukasi kesehatan dari Prodia Semarang mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks dan diabetes melitus. Materi disampaikan secara informatif dan mudah dipahami, sehingga peserta memperoleh wawasan praktis terkait langkah pencegahan serta pentingnya pemeriksaan rutin. Selain itu, panitia juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi orang tua dan anak, yang disambut dengan antusias oleh seluruh peserta.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Para orang tua tidak hanya membawa pulang hasil karya lukisan, tetapi juga pengalaman reflektif, pengetahuan baru, serta dukungan emosional yang berharga. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi awal dari program pendampingan berkelanjutan, guna mendukung kesehatan mental dan fisik keluarga, sekaligus mempererat kolaborasi antar komunitas di Semarang dan sekitarnya.
Berita : Kegiatan kebersamaan penuh makna digelar oleh Komunitas Tuna Netra Immanuel bersama Komunitas Pelayanan Sosial Pedesaan pada tanggal 15 Februari 2026 di Kedai Makan Nine to Five. Acara yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB ini mengusung tema “Mensyukuri Hidup dalam Keterbatasan”, sebagai bentuk ajakan untuk melihat hidup dengan penuh rasa syukur dan pengharapan di tengah segala kondisi.
Kegiatan diawali dengan ibadat syukur yang berlangsung khidmat dan penuh penghayatan. Para peserta diajak untuk merefleksikan perjalanan hidup mereka, sekaligus mengucap syukur atas setiap berkat yang telah diterima. Suasana haru dan damai terasa saat doa-doa dipanjatkan bersama, menciptakan momen kebersamaan yang mempererat tali persaudaraan antar peserta.
Setelah ibadat, acara dilanjutkan dengan berbagai permainan (games) yang dirancang untuk membangun keceriaan dan keakraban. Tawa dan semangat terlihat dari para peserta yang mengikuti setiap kegiatan dengan antusias. Meskipun memiliki keterbatasan, hal tersebut tidak mengurangi semangat mereka untuk berpartisipasi dan menikmati setiap momen yang ada.
Kebahagiaan semakin bertambah ketika Komunitas Pelayanan Sosial Pedesaan memberikan santunan berupa uang tunai serta bingkisan kepada anggota Komunitas Tuna Netra Immanuel. Bantuan tersebut disambut dengan penuh sukacita dan rasa terima kasih, menjadi bukti nyata kepedulian dan kasih terhadap sesama, khususnya bagi saudara-saudari penyandang tunanetra.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi refleksi yang mengajak peserta untuk memaknai arti kehidupan dalam keterbatasan. Pesan moral yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah pentingnya rasa syukur, kepedulian, serta semangat untuk tetap kuat dan saling mendukung satu sama lain. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap peserta dapat membawa pulang kebahagiaan, harapan baru, serta keyakinan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk hidup dengan penuh makna dan sukacita.
"Cinta Tuhan tidak mengenal batas; kami hadir untuk memastikan setiap jiwa di komunitas LGBTQIA dan Persekutuan Hidup Baru Kudus merasakan dekapan kasih yang memulihkan."
"Bersama Komunitas Tuna Netra Immanuel, kami membuktikan bahwa meski mata tak melihat, cahaya iman mampu menuntun langkah menuju masa depan yang terang."
"Setiap anak adalah harapan. Di Panti Asuhan Oikos Shalom Malang, kami merajut kembali mimpi-mimpi yang sempat terputus menjadi jalinan kasih yang utuh."
"Keistimewaan bukan tentang keterbatasan, melainkan tentang ketulusan. Pondok Persaudaraan hadir untuk mencintai anak-anak berkebutuhan khusus sebagaimana mereka adanya."